Nursanti Mutiara | 18114241 | 3KA13
Animator Indonesia yang
karya-karyanya sudah mendunia
1. Rini Triyani Sugianto
Sumber: Apa Kabar Dunia
Pernah menonton The Adventure of
Tintin: Secret of Unicorn? Film animasi 3D karya Steven Spielberg ini dikenal
sebagai salah satu film yang menggunakan animasi komputer yang sangat detail
dan sempurna. Di balik film ini, seorang animator Indonesia, Rini Triyani
Sugianto terlibat dalam proses pembuatan film tersebut. Sejak kecil Rini sudah
menjadi penggemar komik Tintin. Pasca menggarap Tintin, Rini sempat bekerja
pada perusahaan animasi milik sutradara Peter Jackson, WETA digital di Selandia
Baru. Perusahaan ini merupakan perusahaan animasi yang terlibat dalam pembuatan
film-film blockbuster Hollywood seperti X-Men First Class, King Kong, Lord of
The Ring hingga Avatar. Ketika bekerja di perusahaan WETA Digital milik
sutradara Peter Jackson inilah Rini ikut menggarap film The Avengers. Setelah
itu, Rini kembali masuk dalam tim pembuatan film The Avengers: Age of Ultron.
Rini juga pernah terlibat menggarap Animasi film TED 2 dan The Hobbit.
2. 2. Andre Surya
Sumber: twimg.com
Film Star Trek, Terminator
Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, Dan
Transformers: Ravenge of the Fallen merupakan film-film yang melibatkan Andre
Surya dalam proses pembuatan animasinya. Bekerja di perusahaan efek terbesar
dunia, Industrial Light and Magic telah memberikan Andre Surya kesempatan-kesempatan
untuk berkarya di kancah Internasional. Pasca melalang buana lewat pekerjaannya
di Industrial Light and Magic, Andre
Surya kini tengah disibukkan dengan pembangunan dan pengembangan perusahaannya
sendiri yaitu Studio Enspire Studio.
3.
3. Marsha Chikita Fawzi
Sumber: Femina.co.id
Siapa yang sering menonton film
animasi Upin-Ipin? Film yang menyajikan kelucuan dua anak kembar ini ternyata
juga melibatkan seorang animator muda asal Indonesia bernama Marsha Chikita
Fawzi. Perempuan yang biasa disapa akrab Chiki ini pada awalnya hanya bekerja
paruh waktu di sebuah rumah produksi asal Malaysia demi memenuhi persyaratan
nilai akademisnya. Berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan produksi animasi
pernah dilakukan secara serabutan dengan tenggat waktu yang lumayan singkat.
Dalam proses pembuatan film Upin-Ipin, Chiki merupakan animator muda yang
sangat jeli dalam membangun karakter setiap tokoh di film tersebut. Ia selalu
menyempatkan diri pergi ke taman bermain untuk mengobservasi tingkah laku anak
kecil saat mereka berjalan, berlari, berbicara, tertawa dan berbagai macam
ekspresi lainnya. Hal ini dilakukannya sebagai bahan referensi agar bisa
menciptakan tokoh yang terkesan lebih hidup. Namun kini ia sudah kembali ke
Indonesia dan mendirikan perusahaan animasi khas Indonesia, Monso House, perusahaan
animasi independen yang dibuat bersama lima orang rekannya. Perusahaan kecil
yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu ini cukup aktif dalam berkarya. Salah
satu proyek besar yang akan digarap dalam waktu dekat ini adalah film animasi
yang berjudul Goceks, mengisahkan anak-anak kecil yang bermain bola di jalanan.
Film animasi ini menjadi harapan Chiki bahwa Indonesia bisa memiliki
Intelectual Property (IP) yang menggambarkan Indonesia.
4.
1. 4. Griselda Sastrawinata
Sumber: http://celebrity.okezone.com
Bagi kamu yang menggemari film
Shrek, Kungfu Panda, Madagascar dan Monster Aliens Inc, Griselda ada dalam
salah satu anggota tim yang menggarap film-film terkenal tersebut. Wanita
berusia 32 tahun ini merupakan lulusan Art Center College of Design (ACCD) di Pasadena,
California AS. Bergelar Bachelor Fine Art membawanya menjadi salah satu
karyawan di studio animasi Dreamworks Studio. Bukan hanya menjadi seorang
animator, ia juga mengajar Ilmu Komunikasi Visual di kampus almamaternya.
5. 5. Ronny Gani
Sumber: voanews.com
Dibalik kesuksesan film superhero
‘Ant-Man’ produksi Marvel Studios yang dibintangi oleh aktor Paul Rudd dan
Michael Douglas, ada sosok animator Indonesia, Ronny Gani, yang ikut terlibat
dalam penggarapan animasinya. Transformers: Age of Extinction juga menjadi
salah satu proyek garapan pria yang belajar animasi secara otodidak ini. Lewat
kerja kerasnya, Ronny Gani mampu menjadi salah satu karyawan di sebuah
perusahaan film animasi yang berbasis di Singapura, yaitu Industrial Light
& Magic (ILM), anak perusahaan dari Lucas Film. Selain Transformer, pria
ini juga ikut menggarap Avenger: Age of
Ultron. Beberapa adegan yang animasinya dikerjakan oleh Ronny adalah adegan di
kapal Ulysses Klaue dan pada waktu Ultron bertemu dengan Maximoff twins. Selama
penggarapan, Ronny dan teman-teman sesama animator berusaha menciptakan adegan
pertarungan yang seru untuk ditonton. Dunia animasi memang sudah dicintai Ronny
sejak dulu. Ia pun selalu senang jika diminta untuk berbagi ilmu dan
pengalamannya di bidang animasi.
Masih banyak animator muda
Indonesia, kehadiran lima animator muda Indonesia ini membuktikan bahwa
karya-karya anak bangsa bisa diakui oleh dunia berkat kerja keras, konsistensi
dan ketekunan mereka dalam bekerja.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar