Alat Canggih (Bionic Eye)



Nama          : Nursanti Mutiara
NPM           : 18114241
Kelas           : 3KA13
Tugas          : Pengantar Teknologi Sistem Cerdas


Bionic Eye, Mata Canggih untuk Tuna Netra



Pertama kalinya di kehidupan nyata, setelah melalui penelitian dan percobaan, akhirnya orang yang benar-benar buta dapat dikembalikan penglihatannya menggunakan retina elektronik. Second Sight Medical Products di California, Amerika Serikat, berhasil menciptakan apa yang dikenal dengan Bionic Eye. Penelitian dan pengembangan retina elektronik Bionic Eye ini memakan waktu 2 tahun yang kemudian dilakukan uji coba di laboratorium. 

Perangkat ini menggabungkan sebuah kacamata yang dilengkapi dengan kamera, serta ditanamkan sebuah retina buatan yang canggih yang terletak di belakang telinga pengguna. Pada alat ini, kamera yang disematkan menggunakan sebuah microchip untuk memproses apa yang ditangkap. Kemudian secara nirkabel microchip ini mengirimkan data pada retina buatan yang memiliki 60 elektroda di dalamnya. Elektroda ini yang memberi informasi ke dalam saraf manusia dengan memvisualisasikan cahaya, gerakan dan bentuk.

“Memungkinkan pasien untuk melihat spektrum visual dengan menggunakan perangkat yang berbeda. Kami juga dapat memberikan pengelihatan secara teleskopik (jarak jauh)," kata Brian Mech, Vice President Bussiness Development Second Sight, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan Bionic Eye. 

Menurutnya, mata bionik dapat melihat seluruh spektrum elektromagnetik yang mencakup penglihatan inframerah, sensor panas bahkan dapat mendeteksi kandungan gas-gas tertentu. 
Bahkan bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan mata bionik ini dapat memiliki penglihatan X-Ray yang dapat digunakan dalam dunia militer atau penglihatan microscopic untuk melihat jutaan mikroba dalam penelitian ilmiah.

Saat ini mata manusia hanya dapat melihat sekitar 1 persen dari spektrum cahaya yang ada di dunia. Dalam beberapa dekade ke depan, besar kemungkinan pengembangan mata bionik ini akan dapat menggantikan mata biologis manusia.





Sumber :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib